kemoning.info

Merangkai Keindahan Tali Persaudaraan Desa Adat Kemoning

Home

Posted by Ode

(Photos required please…)

Desa adat Kemoning terletak di lingkungan Semara Pura Klod, kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung Bali. Karena berkembangnya pusat kota, desa adat ini sekarang justru terletak di pusat kota Klungkung. Walaupun demikian desa adat Kemoning merupakan desa yang memiliki fitur-fitur sehingga masih sangat tepat disebut sebagai sebuah desa adat. Pura puseh dan bale agung yang merupakan bagian dari khayangan tiga terletak tepat di pusat desa berdampingan dengan balai desa yang megah dan bersejarah. Pura dalem terletak di sebelah barat setra diempon bersama-sama desa adat Budaga.
Terdiri dari lima banjar, Sari, Pegulingan, Kemoning, Atu dan Delod Titi, terdapat sekitar 240 (please confirm) lebih keluarga yang secara rutin berinteraksi baik melalui kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.

Desa adat Kemoning telah menjadi saksi perkembangan jaman mulai dari generasi dimana para penduduknya sebagian besar mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung kehidupan. Sawah di Uma Bajing dan Uma Lemek murupakan lumbung padi yang sangat besar dengan produksi tinggi. Tukad Cangkung dan Tukad Jinah menjadi sumber air yang tidak pernah terputus mengairi areal persawahan yang selalu hijau dan kuning sepanjang tahun.

Jaman berubah, berubah pula orientasi masyarakat untuk mempertahankan hidupnya. Sawah nah luas sudah tidak lagi terbentang tergantikan oleh lokasi-lokasi pemukiman baru. Tidak ada lagi sawah yg harus dipanen seiring dengan berkurangnya minat para generasi muda untuk mewarisi keahlian orang tuanya untuk bertani. Kebanyakan kini sudah memilih dan memiliki ‘kesadaran’ akan arti pentingnya pendidikan tinggi untuk mampu bersaing di dunia global. Ya, jaman berubah. Bagaimana kita menyikapinya?

Di era sekarang ini sangatlah diperlukan kearifan semua elemen masyarakat desa untuk dapat menikmati hasil pembangunan di segala bidang dengan tetap berupaya untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu kita. Mungkin kata melestarikan tidaklah harus diartikan ‘tidak mengubah’, tapi harus dijabarkan sebagai perjalanan waktu yang terkontrol dengan tetap memakai nilai-nilai luhur sebagai referensi.

Sebagai penutup, semasih kita bisa hembuskan nafas kita, mari kita bersama mencoba memberi sumbangan pikiran untuk kemajuan dan kelestarian desa kita tercinta.
Melalui media ini, tidak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada nyama braya yang saat ini tinggal di wewengkon desa adat Kemoning atas segala upayanya meneruskan semua tradisi, adat serta agama sehingga nanti tetap dapat dinikmati oleh anak cucu kita.

-Salam www.kemoning.info-

  1. Tokyo Boy Said,

    De, ditunggu tulisan-tulisan lainnya. Sayang kalau awal yang bagus ini harus berhenti di tengah jalan.

  2. Ode Said,

    Thanks atas kunjungannya, Bang.
    Koq sudah ada ‘kecurigaan’ ini bakal berhenti di tengah jalan?:)
    Ya enggak lah…banyak pasukan muda Kemoning yg pasti akan meneruskan dan selalu meramaikan rumah maya ini.
    Kapan kunjungan nyata-nya ke Kemoning? jangan cuma beraninya di web!

  3. hendra Said,

    Kemoning

Add A Comment