Pura di Belgia bermula dari Kastil Tua

Parc Paradisio demikianlah nama sebuah taman wisata flora dan fauna yang cukup terkenal di Belgia, dimana Pura Hindu terbesar yang ada di Eropa berada. Pura Hindu diresmikan pada hari Senin 18 mei 2009 dan diberina nama Pura Agung Santi Bhuwana.

Parc Paradisio, yang dibangun di tahun 1993 di tengah sisa bangunan kastil tua (chateau) , di awal pendiriaannya hanyalah merupakan sebuah taman wisata burung, namun dalam perjalanannya berkembang tidak hanya menjadi taman wisata burung melainkan juga menjadi taman konservasi flora dan fauna, dengan koleksi sekitar 3500 species binatang dan sekitar 1.500-an species tanaman dan tumbuhan. Uniknya jenis tumbuhan yang ada di taman Parc paradisio tidak hanya jenis tanaman yang biasa di jumpai di negara bermusim dingin melainkan juga ada jenis tanaman tropis seperti pohon pisang yang banyak di jumpai di Indonesia. Menurut penuturan pemilik Parc Paradisio Mr. Eric Domb, beliau lebih suka
menyebut Parc Paradisio bukan sebagai sebuah kebun bunga atau kebun binatang (Zoo Parc), melainkan lebih tertarik menyebutnya dengan nama “Emotion Park“. Kata “Taman Emosi/Kejiwaan” lebih tepat menggambarkan perasaan yang ada di dalam hati para pengunjung ketika di ajak kembali ke alam mengunjungi dan mengelilingi Taman ini, karena perasaan seperti itulah yang di dapati oleh Mr. Eric Domb ketika pertama kali mengunjungi taman ini di tahun 1992 hingga akhirnya memutuskan untuk menghabiskan seluruh sisa hidupnya di taman ini yang akhirnya di beri nama Parc Paradisio.

Sejak tahun 2000 Parc Paradisio, tidak saja menjadi menjadi pusat rekreasi yang menawarkan keakraban alam, tumbuhan, binatang, dan manusia tapi juga taman budaya yang mengibarkan promosi permanen bagi pariwisata, dengan menampilkan miniatur dari kebudayaan yang unik dari berbagai negara di belahan dunia ini. dimulai dengan di bangunnya Taman Wisata China (Chinees Garden) yang pembangunannya selesai di tahun 2005, kemudian di tahun 2006 di susul dengan pembangunan Taman Wisata Indonesia (Indonesian Garden), yang mana di dalamnya berdiri Pura Bali yang bernama Pura Agung Shanti Buwana, yang ukurannya sama sebesar ukuran pura besar di Bali. Uniknya disini Pura Agung Shanti Buwana di bangun di atas tanah sawah bertingkat, terasering  seperti persawahan yang ada di bali. disamping itu berdekatan dengan Pura terdapat candi besar yang mirip candi Prambanan dengan Roro Jongrang yang menjulang tinggi.

Sejarah Pendirian Pura Agung Santi Bhuwana di Parc Paradisio

Menurut penuturan, Dr. Steffen Petzwall Direktur Zoological + Scientific, yang juga merangkap Direktur operational Parc Paradisio, mengatakan idea pertama dari pendirian Pura Hindu ini adalah bermula dari kunjungan Mr. Eric Domb, CEO dan President yang juga pemilik dari Parc Paradisio ke Bali 30 tahun yang lalu bersama orang tuanya. Kemudian setelah memimpin Parc Paradisio, muncul keinginan untuk membuat Parc Paradisio tidak hanya menjadi sebuah Taman wisata Flora dan dan Fauna, yang menawarkan keakraban alam, tumbuhan, binatang, dan manusia tapi juga menawarkan informasi kebudayaan dunia yang memiliki karakter serta peradaban yang kuat yang masih ada di bumi ini serta bisa mendukung promosi permanen bagi pariwisata.

Teringat akan kunjungan ke Bali yang pernah dilakukan Mr. Eric Domb bersama orang tuanya ke Bali, Mr. Eric Domb kemudian mengunjungi Bali lagi untuk “Brain Storming” dengan mengelilingi seluruh pelosok Bali untuk mencari idea lebih lanjut. Kolaborasi antara agama, adat istiadat, budaya dan masyarakat balinya yang mendukung pariwisata di Bali serta bisa diterima oleh masyarakat dunia (universal), membuat Mr. Eric Domb jatuh cinta akan Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Sekembali Mr. Eric Domb dari Bali, beliau kemudian menceritakannya kepada Dr. Steffen Petzwall dan direktur Parc paradisio lainnya. Ibarat Pucuk di cinta ulam tiba, dimana Dr.Steffen Petzwall yang juga sering mengunjungi Bali, akhirnya seia sekata, dan gayung pun bersambut dengan melakukan kunjungan bersama ke Bali untuk merealisasikan idea membuat Indonesian Garden dengan bangunan utamanya Pura yang sama persis seperti di Bali. Sepulang dari Bali, proyek inipun di mulai pembangunannya di tahun 2006.

Pembangunan Kompleks Taman Indonesia yang di mulai dari pembangunan Pura ini, bukannya tanpa hambatan dari masyarakat Belgia ataupun pemerintah Belgia. Karena di lokasi Parc Paradisio terdapat kastil tua, yang di Belgia sendiri sungguh sangat di hormati keberadaannya. Pemerintah maupun masyarakat pun khawatir dengan berdirinya bangunan baru akan mengurangi makna dari keberadaan Kastil tua yang menjadi kebanggaan masyarakat Belgia ini. Mr. Eric Domb dengan ketulus hatiannya serta kecintaannya yang mendalam akan Bali dan tentunya dengan pengetahuannya yang luas akan segala seluk beluk tentang Bali dan Hindu, kemudian bisa meyakinkan Pemerintah Belgia beserta masyarakat Belgia sehingga pembangunan Pura Agung Santi Bhuwana ini bisa di wujudkan di taman Parc Paradisio.

Demikian juga ketika mendatangkan para pekerja langsung dari Bali, juga bukannya tanpa hambatan dari masyarakat Belgia ataupun departement tenaga kerja Belgia. Lagi-lagi Mr. Eric Domb, yang sepertinya memang sudah mendapatkan restu dari Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widi Wasa), tidak hanya bisa meyakinkan masyarakat Belgia , tapi juga bisa membuktikan kepada mereka bahwa keahlian para pemahat dan tukang ukir dari Bali dan Jawa tengah memang tidak tergantikan oleh masyarakat Belgia. Ketika tukang ukir dari Bali sedang bekerja memahat dan mengukir batu menjadi sebuah patung, masyarakat belgia memang di buatnya terkagum-kagum, mereka seolah-olah tidak percaya karena mereka terbiasa bekerja dengan mesin, sementara Tukang ukir dari Bali bisa merubah sebuah batu balok dengan pahat dan alat ukir lainnya yang berukuran kecil-kecil menjadi sebuah patung dengan nilai seni yang tinggi.

Proyek pembangunan Pura Agung Santi Bhuwana dimulai tahun 2006 dengan mendatangkan arsitek muda Bali, I Ketut Padang Subadra. Ketut Padang dibantu oleh para pemahat dan pengukir dari Bali yang berjumlah delapan orang. Selama dua tahun lebih bekerja siang dan malam dalam suasana berkabut dan bersalju. Untuk menjaga keaslian dan aroma magis ke-Indonesiaan, batu-batu untuk membangun pura besar dan seluruh lapisan tempat berjalan berasal dari Indonesia. Sekitar 320 kontainer batubatu candi diimpor dari lereng gunung Merapi, Jawa Tengah. bagi pengunjung yang mengunjungi kompleks Taman Indonesia ini, seperti terhipnotis dan merasakan seperti memang sedang berada di Indonesia di kompleks candi Prambanan dan candi Boroobudur di Jawa tengah, ataupun berada di kompleks Pura Besakih di Bali yang puranya juga terbuat dari Batu alam, walaupun sesungguhnya mereka sedang berada di Brugelette Belgia di Pura Agung Santi Bhuwana.

Peresmian Pura Hindu dan Taman Indonesia

10400410_112451306945_1756287_nPeresmian Pura tersebut merupakan bagian dari satu rangkaian acara Peresmian Taman Indonesia (The Kingdom of Ganesha ), yaitu sebuah Kompleks Taman Indonesia seluas 5 hektar di dalam area Taman Wisata Parc Paradisio yang berukuran 55 hektar. Peresmian acara itu di hadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI saat itu, Jero Wacik yang didampingi oleh Duta Besar RI untuk Belgia, Luxemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema, Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata, Dr Sapta Nirwandar, Staf Ahli Khusus Menbudpar Harbunangin, Menteri Urusan Ekonomi, Tenaga Kerja dan Warisan Budaya Wilayah Negara bagian Walonia-Begia, Jean Claude Marcourt, serta CEO Parc Paradisio yang juga merupakan pemilik dari Taman Wisata Parc Paradisio Mr. Eric Domb. Peresmian acara itu di hadiri lebih dari 800 undangan, serta lebih dari 200 umat Hindu yang datang tidak hanya dari Belgia melainkan juga dari negara tetangga juga seperti Belanda, Jerman, dan Perancis.

Setelah berakhirnya rangkaian upacara peresmian  yang di langsungkan pada hari Senin 18 May 2009, Selanjutnya adalah giliran masyarakat bali yang berdomisili di belgia pada khususnya atau yang berdomisili di eropa untuk terus melestarikan keberadaan Pura ini melalui persembahyangan rutin sehingga spirit dan aura dari Pura Agung Santi Bhuwana ini terus bersinar. Walaupun sesungguhnya Pura ini adalah milik dari Mr. Eric Domb, namun di akhir proses upacara peresmian  Mr. Eric Domb sempat berbincang-bincang dengan pemimpin agama yang meminpin jalannya upacara saat itu dan mengatakan “This (Temple) is for you” (Pura ini adalah untuk anda umat hindu di belgia / eropa). Oleh karenanya adalah kewajiban masyarakat bali ataupun umat hindu yang bermukim di Belgia atau di Eropa untuk melaksanakan ritual upacara setiap 6 bulan sekali, atau melakukan persembahyangan  di bulan Purname setiap bulannya, sehingga spirit dan aura Pura tersebut terus terpancarkan.

Harapan

Akhir kata, Seperti makna yang tersirat dari nama Pura Agung Santi Bhuwana adalah sebuah tempat yang Agung dan mulia untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa ( Sang Hyang Widi Wasa) yang menyebabkan alam semesta ini harmonis, damai dan sejahtera, hal ini sesuai dengan harapan dari Mr. Eric Domb , pendiri taman Parc Paradisio yang juga ingin menawarkan kedamaian kepada pengunjung di area Taman Wisata Parc Paradisio.

Video Upacara peresmian Pura Agung Shanti Buwana di Belgia, di hari Senin 18 Mei 2009, bisa di lihat di youtube berikut ini:

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *